Sabtu, 09 Maret 2013


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
             Belakangan ini orang yang menggunakan teknonolgi berbasis multimedia ternyata bukan hanya sarjana lulusan multimedia saja, atau orang – orang yang pernah mengikuti kursus komputer saja, akan tetapi banyak dari kalangan lulusan pesantren pun walaupun kesehariannya hanya mempelajari – kitab – kitab kuning saja, bahkan dalam kurikulum lembaganya pun tidak ada kurikulum berbasis multimedia tetapi mereka mampu menggunakan multimedia, bahkan ada ulama yang kitab – kitabnya pun cukup dengan sebuah laptop yang di dalamnya sudah di instal program Maktabah Syamilah yang memuat beribu – ribu kitab.
             Hal ini lah yang mendorong kelompok kamu untuk meneliti ada apa dan bagaimana sampai bisa terjadi demikian. Maka kami mengadakan penelitian di Pondok Pesantren Miftahul Huda yang terletak di Desa Kalimanggis kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, dimana Pesantren ini telah berhasil mencetak para alumninya sehingga mampu berkiprah di tengah – tengah masyarakat, bahkan tidak sedikit para alumninya yang berkiprah di pemerintahan.
             Hingga saat ini Pesantren Miftahul Huda telah memiliki 1500 lebih Pesantren Cabang yang tersebar di Pulau jawa terutama Jawa Barat dan Pulau Sumatera bahkan kini sedang menggalakan program pemukiman alumninya ke Pulau Kalimantan.
1.2  Perumusan Masalah
              Dalam penyusunan makalah ini, penulis merumuskan permasalan yang akan di bahas kedalam poin – poin sebagai berikut :
1.          Profile Pesantren Miftahul Huda
2.         Pendidikan Multimedia di Miftahul Huda
3.         Kelebihan sistem yang teklah ada
4.         Kekurangan Sistem yang telah ada
5.         Pentingnya multimedia bagi lulusan Pesantren
6.         Langkah – langkah yang pernah dilakukan
7.         Inovasi baru yang mungkin bisa di lakukan
1.3  Tujuan Penulisan Makalah
                1.       Sebagai Study banding pembelajaran Multimedia di lembaga lain
                2.       Mencari Inovasi baru dalam pembelajaran multimedia di sebuah lembaga

1
 
 

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Profile Pondok Pesantren Miftahul Huda
            Pondok Pesantren Miftahul Huda adalah lembaga pendidikan Agama Islam yang terletak di Desa Kalimanggis Kecamatan manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Jarak dari Pusat Kota Manonjaya hanya sekitar 0,5 Km. Pondok pesantren Miftahul Huda didirikan pada  tanggal 07 Agustus 1967 oleh KH. Choer Affandy beserta Hj. Shofiyah. Pada saat ini Miftahul Huda di huni oleh 3000 orang Santri/Pelajar yang berdatangan dari tiap – tiap daerah yang ada di Pulau jawa Sumatera dan Kalimantan. Miftahul Huda memusatkan kegiatannya pada pengkajian ajaran agama Islam dengan menggunakan metode Salafiyah yaitu dengan menggunakan literatur – literatur klasik atau kitab kuning, selain itu, Miftahul Huda mempunyai tujuan Santri – santrinya selain pandai dalam Ilmu Agama juga pandai dalam Ilmu pengetahuan umum baik itu ilmu Astronomi maupun ilmu geografi juga bisa berbicara Bahasa Arab dan Inggris. Sistem pendidikannya telah disusun oleh pendirinya dalam Pola Dasar Pendidikan Miftahul Huda. Dari Pola Dasar Pendidikan ini kemudian di kembangkan lagi dalam Silabus serta pengembangan Silabus yang di buat setiap awal tahun ajaran baru.
            Jenjang Pendidikannya telah menggunakan sistem semiformal sehingga terbagi dalam tiga tahapan pendidikan yang masing – masing tahapan harus di tempuh selama tiga tahun. Tahapan tersebut adalah :
      1.            Madrasah Ibtida
      2.            Madrasah Tsanawi
      3.            Ma’had ‘Aly
            Tujuan dari Pendidikan Pondok Pesantren Miftahul Huda adalah :
      1.            Mencetak Ulamaul Amilin yaitu seorang manusia yang luas ilmunya serta dapat mengamalkan ilmu yang telah dimilikinya,
      2.            Mencetak Imamal Muttaqin, yaitu pemimpin orang – orang yang bertaqwa,
      3.            Mencetak Muttaqin, yaitu pribadi yang bertaqwa.
Text Box: 2            Pada permulaan pendirian Miftahul huda tidak dikenal adanya sistem komputerisasi akan tetapi semua administrasi pesantren menggunakan Data manual. Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin majunya teknologi, maka komputer pun masuk ke pesantren Miftahul Huda sehingga komputer dijadikan alat bantu untuk mempercepat dan mempermudah pendataan santri baik itu Data base, Data master keuangan, Data Nilai – nilai pendidikan ataupun data Pelanggaran yang dilakukan oleh Santri.
            Dalam pelaksanaannya penggunaan komputer di Miftahul Huda menggunakan sistem komputer jaringan lokal dengan menggunakan peralatan Wifi sehingga setiap komputer dari tiap bagian yang ada di Pesantren satu sama lain saling terhubung dan terhimpun dalam satu komputer penyimpan data utama yaitu server.
2.2 Pendidikan Multimedia di Miftahul Huda
            Pada Dasarnya Pendidikan multimedia tidak digalakan dilingkungan Pondok Pesantren Miftahul Huda, hal ini dapat di lihat dengan tidak adanya kurikulum atau pun kegiatan ektrakulikuler yang mengatur tentang pendidikan ini. Namun karena perkembangan zaman sehingga penggunaan komputerpun semakin banyak dilakukan maka hal ini mendorong kepada setiap setiap komponen yang ada dilingkungan Pesantren ini untuk dapat menguasai teknik penggunaan komputer tersebut.
            Kebanyakan pengguna – pengguna Komputer dilingkungan pesantren mereka tidak mempelajarinya secara khusus dengan bersekolah ke jurusan multimedia ataupun sekolah kursus komputer, tetapi mereka belajar secara otodidak.
            Hal ini, dimulai dari Kiayinya sendiri, sebagai contoh KH. Asep Ahmad Maoshul Affandy yaitu pimpinan umum Pesantren sepeninggal Almarhum KH. Choer Affandy, beliau sangat mahir dalam komputer, bidang yang beliau perdalam dari computer adalah sistem broadcasting sehingga beliau bisa membentuk sebuah team atau kelompok Usaha yang dinamakan dengan Vista muda yang membawahi MHCR {Miftahul Huda Computer Rental} dan RASIMUDA { radio Siaran Miftahul Huda }. Dengan mendirikan kelompok ini, beliau secara tidak langsung telah memberikan pendidikan multimedia kepada para santri yang menjadi petugas di Rasimuda ataupun di MHCR.
            Wakil Pimpinan Umum KH. Abdul Aziz Affandy adalah seorang pemegang adminstrasi Data Pesantren, setiap hari beliau memantau Pendataan santri memlalui User Adminstrator dalam sistem computer jaringan. Yang beliau Pantau adalah Data Statistik Pesantren yang di usrusi oleh Sekretaris, Data Nilai Santri yang diurusi oleh Bagian Pendidikan, Data Keluar masuk keuangan Pesantren yang diurusi oleh Bendahara, dan Data akhlaq santri yang di urusi oleh Bagian Keamanan. Dengan adanya sistem jaringan komputer ini maka secara tidak langsung mengajari para santri yang menjadi stap pada bagian tersebut untuk bisa mengelola Data – Data tersebut.
            Setiap santri yang diterjunkan untuk mengurusi data – data tersebut semuanya tidak mendapat pelajaran khusus tentang Multimedia, akan tetapi mereka mempunyai keyakinan terhadap firman Alloh
لا يكلف الله نفسا الا وسعها
Artinya : Alloh tidak akan membebani seseorang kecuali dengan diberi kemampuannya.
            Dengan berbekal keyakinan akan firman Alloh tersebut, serta dengan modal ketafwidannya kepada Guru, setiap santri yang di tugas untuk mengurusi job tertentu berani dan mau melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Kemudian Pimpinan Umum sering mengingatkan kepada para personalia kepengurusan dengan Janji Alloh Swt
ان تنصروا الله ينصركم ويثبت اقدامكم
Artinya : Jika kamu sekalian menolong Agama Alloh maka Alloh akan menolong kamu sekalian serta menetapkan kaki – kaki kamu sekalian.
Mengurusi santri adalah sama dengan menolong agama Alloh dan itu diperintahkan oleh Alloh, jadi pada hakikatnya ketika Guru memerintah kepada Santrinya untuk membantunya mengurus Santri yang lain itu adalah perintah dari Alloh.
Jika orang menjalankan perintah Alloh dan menjauhi larangannya maka itulah hakikat dari taqwa, sementara Alloh telah menjanjikan bagi orang bertaqwa adalah dengan akan di berikannya beribu – ribu solusi dari setiap permasalahan yang di hadapi ;
ومن يتق الله يجعل له مخرجا
Artinya : Barangsiapa yang bertaqwa kepada Alloh maka Alloh akan menjadikan baginya jalan keluar.
            Dengan berbekal yakin atas janji – janji Alloh di atas, maka mereka belejar mengurusi para santri baik berupa bimbingan atau berupa ketertiban adminstrasinya.
Bagi santri yang mendapatkan tugas untuk menjadi Sekretaris pesantren maka Ia dituntut untuk dapat menguasai multimedia dengan berbagai aplikasinya dari mulai microsoft word untuk kepentingan Surat – menyurat kelembagaan atau pembuatan arsip – arsip pesantren. Kemudian dia juga harus bisa menguasai microsoft Exel untuk kepentingan pembuatan Pengusulan RAB dalam sebuah kegiatan yang akan dilaksanakan, juga harus menguasai Corel Draw untuk kepentingan pembuatan kartu Tanda Anggota Santri secara manual atau pembuatan editing benner untuk setiap kegiatan kepesantrenan, Juga harus menguasai Corel Photo paint dan Acdcee untuk Photo editing, Selain itu juga dia Harus menguasai aplikasi editing Video baik itu menggunakan Corel Uled atau pun dengan Corel Pro editing karena sebagain tugas sekretaris Pesantren adalah sebegai penyimpan Dokumen Pesantren baik itu Dolumen teks, Dokumen Photo, ataupun Dokumen Video.
Untuk mengejar taget diatas, seorang Santri yang ditugaskan menjadi sekretaris Pesantren biasanya suka belajar secara otodidak sambil terus menjalani tugas hariannya, dia mengotak – atik aplikasi yang telah ada di Komputer jika tidak mengerti maka Ia akan bertanya kepada Seniornya yang telah lebih lama berkecimpung di Dunia perkomputeran atau dia akan membeli Buku petunjuk penggunaan aplikasi tersebut atau membeli CD yang berisi Video tutorial penggunaan aplikasi yang sedang dipelajarinya. Oleh karena telah terdesak oleh kebutuhan akan penguasaan aplikasi tersebut karena telah di tunggu oleh tugas yang harus Ia kerjakan, maka Ia akan bersungguh – sungguh dalam mempelajari setiap Aplikasi yang di butuhkannya sehingga dengan waktu yang relativ singkat Ia bisa menguasai aplikasi – aplikasi yang di butuhkan untuk pekerjaannya.
Seorang santri yang ditugaskan untuk menjadi bendahara Pesantren Ia dituntut untuk mengetahui aplikasi Komputer yaitu Microsoft Exel dan rumus – rumusnya untuk menghitung pemasukan dan pengeluaran uang serta persentase Uang yang harus disalurkannya. Tentunya sistem ini membutuhkan kemmapuan Khusus dibidang acontans karena dengan Santri ribuan tentu uang yang dihitung nya pun bukan hanya ribuan tapi telah mencapai ratusan juta Rupiah. Dengan tugas yang telah menunggu maka Ia akan dengan cepat mempelajari aplikasi tersebut dengan sungguh – sungguh baik itu dengan bertanya pada seniornya ataupun dengan mempejari dari Buku yang dibelinya.
Yang di sebutkan di sini adalah hanya sebagai contoh keberadaan pembelajaran Multimedia dilingkungan Pondok Pesantren Miftahul Huda.


2.3 Kelebihan dari Sistem ini
            Kelebihan dari sistem ini adalah cepatnya pembelajaran yang dijalani seorang santri serta langsung kepada praktek tidak banyak bergullat dengan teori, dan dengan metode ini seorang santri yang mendalaminya akan bisa dengan mudah menguasai setiap aplikasi yang dipelajarinya serta hemat biaya tidak usah membayar biaya kursus computer ataupun biaya sekolah kejuruan komputer, dengan tetap tinggal di Pesantren serta tetap mengikuti kegiatan Pesantren, di sela – sela tugasnya dia Bisa mempelejari komputer yang di pegangya dengan leluasa.
2.4 Kekurangan dari sistem ini
            Kekurangan dari sistem ini adalah banyak sekali diantaranya adalah :
      1.            Tidak semua santri mendapatkan keesempatan ini, karena hanya santri yang ditugaskan lah yang akan mendapatkan kesempatan untuk mempelajari komputer secara bebas sementara yang lainnya tidak kebagian giliran
      2.            Santri yang mendapat kesempatan ini pun tidak semuanya dapat menguasai aplikasi – aplikasi yang dibutuhkan untuk tugas  tugasnya, hanya mereka yang ulet lah yang akan dengan mudah menguasainya.
      3.            Dengan belajar sendiri seperti ini, bisa jadi Ia mampu menguasai aplikasi – aplikasi yang dipelajarinya akan tetapi sulit baginya untuk berbagi ilmu kepada yang lainnya karena dia tidak tahu metode apa yang harus disampaikan dalam pengajaran komputer karena dia sendiri tidak pernah belajar secara berkala. Jadi kebanyakan kemampuannya hanya bisa untuk dirinya sendiri.
      4.            Secara Praktek kadang dia akan bisa tapi secara teori serta istliah – istilah computer yang sering digunakan oleh kebanyakan orang kadang tidak mengetahuinya.
2.5 Pentingnya ilmu Multimedia bagi Lulusan Pesantren
            Sudah menjadi kebiasaan bahwa Lulusan Pondok Pesantren akan mendirikan Pesantren lagi di Daerah tempat tinggalnya atau meneruskan Pesantren yang di pegang oleh Orang Tuanya atau Mertanya.
            Seorang Lulusan Pesantren, untuk bisa mengelola sebuah lembaga Pondok pesantren, disamping ia harus mengusai berbagai macam disiplin Ilmu agama untuk di transperkan kepada para santrinya, Ia juga harus bisa menguasai multimedia dengan berbagai aplikasinya.
            Terkadang pemerintah Daerah ataupun pemerintah Pusat hendak memberikan bantuan Pinansial untuk sebuah lembaga Pondok Pesantren baik itu untuk penambahan sarana belajar atapun perbaikan sarana yang telah ada. Sedangkan yang namanya pemerintah, untuk mengeluarkan Dana itu harus ada bukti pisik permintaan dari lembaga yang akan dibantunya, maka biasanya pemerintah suka meminta kepada pimpinan Pondok Pesantren tersebut untuk membuat sebuah Proposal pengajuan. Untuk pembuatan proposal ini diperlukan keahlian dibidang komputer yaitu penguasaan Microsoft Word untuk pengetikan serta penguasaan Microsoft Exel untuk pembuatan Rencana Anggaran Belanjanya {RAB}. Maka mau tidak mau Kiyai harus mampu menguasasai aplikasi ini sehingga dia tidak usah menyuruh orang lain untuk pembuatannya.
            Dalam pelaksanaan pembangunan di pondok pesantren biasanya tidak menggunakan jasa seorang Insinyur untuk membuat perencanaan Pembangunan, tetapi biasanya di rencanakan oleh Pimpinan Pondok itu sendiri, maka untuk keperluan itu Kiyai harus dapat menguasai Google Sketcup yanng biasa di gunakan oleh para Insinyur, sehingga Ia bisa mendesain dan merencanakan bagunan yang akan Dia bangun sesuai dengan keinginannya.
            Seorang Pimpinan Pesantren harus bisa mengatur sebuah perencanaan pelaksanaan sebuah kegiatan dengan membagikan tugas /memploting Job Discription kepada para bawahannya, ini membutuhkan aplikasi MindManager, maka Dia harus bisa menguasai aplikasi Mindmanager.
            Terkadang Kiyai juga mendapat permintaan dari masyarakatnya untuk menyiarkan setiap pengajian santrinya sehingga bisa didengar oleh masyarakat, dan untuk ini dia harus dapat menguasai aplikasi Broadcasting biasanya yang banyak digunakan adalah program Jazleer broadcasting.
2.6 Langkah – langkah yang pernah dilaksanakan dalam menggalakan pendidikan Multimedia di Pesantren Miftahul Huda
            Diantara langkah yang pernah dilakukan di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Huda dalam menggalakan pendidikan multimedia terhadap para santri adalah pernah diadakannya kursus yang disponsori oleh MHCR, namun ini belum bisa melayani santri yang jumlahnya 3000 santri, karena minimnya fasilitas komputer yang dimiliki oleh MHCR itu sendiri. Selama tiga bulan MHCR hanya bisa melayani 10 orang santri saja.
            Namun demikian dengan dibangunnya MHCR ini lumayan bisa melayani para santri yang mau belajar secara otodidak. Setiap jam buka, MHCR selalu di penuhi oleh para santri yang mau belajar computer atau hanya browsing internet saja.

2.7 Inovasi baru untuk peningkatan pendidikan Multimedia di Miftahul Huda
            Sebagaimana di katakan di atas bahwa banyak sekali manfaat yang di dapat dari pendidikan multimedia bagi seorang lulusan pondok Pesantren, maka perlu adanya inovasi baru untuk peningkatan pendidikan di bidang tersebut
            Diuantara Inovasi tersebut adalah :
      1.            Membuat kurikulum bebasis multimedia.
            Dalam menjalankan sebuah pendidikan, maka perlu adanya kurikulum sehingga program pendidikan akan bisa terprogram serta dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan. Hal ini tentu akan memakan waktu dan biaya yang cukup besar karena membutuhkan langkah – langkah sebagai berikut :
a.       Mencetak dulu orang yang ahli dalam bidang multimedia untuk nantinya di proyeksikan untuk membimbing para santri dalam pembelajaran komputer. Dalam mencetak tenaga ahli ini tentunya harus menyekolahkan dulu mereka sehingga mereka bisa mengetahui kurikulum yang di terapkan di lembaga lain untuk bimbingan pembelajaran multi media ini.
b.      Mengutus orang – orang yang sudah lumayan berkompeten dalam bidang multimedia untuk mengadakan study banding ke lembaga – lembaga lain yang sudah menggalakan pendidikan multimedia.
c.       Proses pembuatan kurikulum tersebut oleh orang – orang yang sudah mendapatkan pelatihan di luar
d.      Biaya yang diperlukan tentu besar yang meliputi Transportasi, Biaya Kursus/ Sekolah serta jaminan kesejahteraan bagi mereka setelah mereka menjadi tutor di lembaga ini.
      2.            Membuat kegiatan ekstrakulikuler pendidikan multimedia
            Ini adalah alternativ ke dua jika alternatif pertama tidak bisa dilaksanakan, yaitu dengan memanfaatkan waktu – waktu libur Santri seperti hari jum’at untuk mrngikuti kegiatn pelatihan multi media ini, jika mengunakan alternative ke dua ini maka pembiayaan yang diperlukan adalah untuk mendatangkan tutor yang ahli dari luar baik itu untuk jaminan transfortasinya maupun kesejahteraannya.
            Akan tetapi jika akan melaksanakan alternative ke dua ini, maka peminatnya akan relative sedikit, mengingat biasanya pada hari libur santri suka memanfaatkan waktu liburnya untuk berbelanja ke luar komplek atau hanya sekedar jalan – jalan melepas kepenatan setelah selama satu minggu menjalani aktivitas belajar dengan jadwal yang relative padat.
      3.            Membuat LAB Komputer
            Mengadakan Lab. Komputer adalah merupakan kebutuhan yang sangat primer bagi sebuah lembaga jika ingin mengadakan pendidikan multimedia. Baik dengan alternative pertama maupun alternative ke dua tentunya akan membutuhkan adanya Lab. Komputer sehingga santri yang belajar computer tidak hanya belajar teorinya saja sambil membayangkan aplikasi – aplikasi yang di pelajarinya tanpa membuka langsung secara praktek aplikasi tersebut, hal ini selain membosankan juga akan sangat lama bisa mencapai target yang diinginkannya.
            Untuk pengadaan Lab Computer maka akan sangat membutuhkan biaya yang relative besar. Sebagai gambaran biaya yang akan di perlukan itu sebagai berikut :
NO
JENIS BARANG
BANYAK
HARGA SATUAN
JUMLAH
1
CPU Dual Core
60
 Rp       2,500,000
 Rp 150,000,000
2
Monitor Acer 14 Inci
60
 Rp       1,100,000
 Rp   66,000,000
3
Keyboar
60
 Rp            80,000
 Rp     4,800,000
4
Mouse Standar
60
 Rp            50,000
 Rp     3,000,000
5
Kabel Power CPU
60
 Rp            10,000
 Rp        600,000
6
Kabel Power LCD
60
 Rp            10,000
 Rp        600,000
7
Kabel CRT
60
 Rp            10,000
 Rp        600,000
8
Stavolt
60
 Rp          450,000
 Rp   27,000,000
9
Meja
60
 Rp          300,000
 Rp   18,000,000
10
Kursi
60
 Rp          150,000
 Rp     9,000,000
Jumlah
 Rp 279,600,000
Terbilang : Dua ratus Tujuh puluh sebilan Juta enam ratus ribu rupiah

          Untuk menutupi biaya sebesar ini bisa saja lembaga menggunakan jasa bank terlebih dahulu dengan meminjam. Jika saja tidak ada Bank Syari’ah yang mau meminjamkan uang sebesar itu, maka boleh – boleh saja lembaga memnjam dulu ke bank Konvensional walaupun ada sistem bunga dalam pembayarannya.
          Untuk menutupi nya nantinya bisa dengan menggunakan Uang dari bayaran pembelajaran komputer dari setiap santri dengan perhitungan sebagai berikut :
          Jika saja Bank memberikan tempo pembayaran selama dua Tahun dengan suku bunga 3 % maka berati setiap bulan lembaga harus dapat menyetorkan dana ke Bank sebesat :
Besar Bunga adalah  1/100  x  Rp 279.600.000  =  Rp 8.388.000
Besar yang Harus di bayar adalah  Rp 279.600.000  +  Rp 8.388.000 = Rp  287,988,000
Besar Dana yang harus di setor per bulan adalah Rp  287,988,000/12 = Rp  23,999,000
Jika jumlah santri yang ada adalah 3000 Orang Santri maka dengan di tarik biaya perbulan
Rp 20.000 per santri saja berarti lembaga sudah mendapat pemasukan sebesar
Rp 20.000 x 3000 Orang santri = Rp 60.000.000
Maka kebutuhan untuk menutupi pembayaran komputer ke pihak bank, kemudian untuk kesejahteraan tutor akan dapat terpenuhi dengan gambaran sebagai berikut
NO
JENIS KEBUTUHAN
BANYAK
 HARGA SATUAN
 JUMLAH
1
Setor ke pihak Bank


 Rp   23,999,000
2
Kesejahteraan Tutor
10
 Rp          750,000
 Rp     7,500,000
3
biaya listrik ke PLN


 Rp        500,000
4
Kesejahteraan Administrator
2
 Rp          500,000
 Rp     1,000,000
5
Biaya Perawatan Computer


 Rp     1,000,000
Jumlah 
 Rp   33,999,000
Terbilang : Tiga puluh tiga juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah

                Berarti dengan kebutuhan yang hanya Rp 33,999,000 dengan pemasukan biaya Rp 60.000.000 maka lembaga masih punya saldo simpanan sebesar Rp   26,001,000. Jadi jika ingin di ringankan untuk pembiayaan yang di tarik dari tiap peserta didik maka tidak usah di tarik Rp 20.000 perorang cukup di bagikan saja jumlah kebutuhan di bagi jumlah santri :
Rp 33.999.000 : 3000 Orang santri =  Rp    11,333
Jika di bulatkan menjadi Rp 12.000 /Santri maka lembaga akan mendapat pemasukan sebesar
Rp 12.000 x 3000 Santri =  Rp      36,000,000
Maka lembaga akan mendapat simpanan bulanan sebesar Rp 36.000.000 – Rp 33.999.000
= Rp 2,001,000  { Dua juta seribu Rupiah }
            Jadi untuk sebuah lembaga jika mau mengembangkan kurikulum berbasis multimedia, semakin banyak pelajar yang belajar pada lembaga itu maka semakin mudah pula untuk pengadaan barang – barang yang di perlukan.



















BAB III
PENUTUP
2.1    Kesimpulan
           Dari hasil penelitian yang kami lakukan ternyata kebanyakan pelajar yang ada di lingkungan Pesantren Miftahul Huda belajar multimedia dengan secara otodidak tanpa adanya kurikulum yang di atur oleh lembaga. Dan pembelajarn seperti ini pun tentu ada kekurangannya dan juga ada kelebihannya, dan jika diadakan ainovasi baru baik itu dengan pengadaan kurikulum secara terpadu dan berjenjang serta dengan diadakannya Lab Komputer di lingkungan Pesantren maka akan semakin menambah baiklah pengetahuan para santri di bidang multi media ini.

2.2    Rekomendasi
           Al hamdulillah dengan segala keterbatasan yang ada, penulis bisa menyelesaikan penulisan makalah ini, dengan harapan bisa menambah khazanah keilmuan penulis khusunya umumnya rekan – rekan civitas akademik dalam hal hal multimedia .Dan penulis berharap ada yang mau menyempurnakan tulisan ini agar lebih sempurna dan bermanfaat.
          











12
 
 

DAFTAR PUSTAKA
Sekretaris BPH 2013 , Monografi Santri Miftahul Huda,  desember 2012
Sekretaris BPH, Progress report Pesantren Miftahul Huda, Desember 2012
Narasumber : Enjang jamahsari, Salasatu Staf Sekretaris BPH MH  periode 2010 - 2012




Tidak ada komentar:

Posting Komentar